Selasa, 29 Mei 2012

MERAIH SUKSES

Di sebuah sekolah, seorang guru mendapat pertanyaan dari salah seorang muridnya yang paling kritis. “Guru, apakah kami semua nanti bisa sukses?” Sang guru tersenyum mendengar pertanyaan itu.

Tak lama, ia mengeluarkan uang senilai seratus ribu dari kantongnya. “Hayoo, siapa
yang mau uang ini?” Semua anak berebutan mengacungkan tangannya. Uang senilai itu bagi mereka sangat besar.

Tiba-tiba, sang guru melipatlipat dan meremas uang itu hingga kucel dan tidak karuan bentuknya. Ia pun berujar lagi, ”Hayoo, siapa yang mau uang ini?” Walaupun merasa
heran dengan kelakuan gurunya, murid-murid tidak peduli, mereka kembali mengacungkan jarinya, sambil berteriak ”Saya..saya..saya..” Semua serempak mengajukan diri untuk mendapatkan uang itu.

Melihat antusiasme muridnya, sang guru kemudian menjatuhkan uang tersebut ke lantai dan menginjak-injak uang itu hingga kecil, tidak karuan dan kotor. Mendapati gurunya melakukan hal itu pada uang tersebut, sebagian murid melongo. Mereka tak tahu apa maksudnya sang guru menginjak-injak uang yang nilainya sangat besar bagi mereka itu. Guru pun kembali bertanya, ”Hayoo, siapa yang masih menginginkan uang ini?”
Ternyata, meski uang itu menjadi jelek, kumal dan bahkan bercampur sedikit lumpur yang berasal dari injakan sepatu guru, masih banyak murid yang antusias mendapatkan uang tersebut. ”Aku guru..aku..”

”Kalian tetap saja mau dengan uang ini? Kalian tidak melihat betapa uang ini sangat kucel, jelek, kumal dan bau?” ”Jelek itu kan hanya bentuknya saja guru. Tetapi saja uang itu nilainya seratus ribu,” jawab murid-murid yang tetap antusias meminta gurunya
memberikan uang itu.

Sang guru pun kemudian berujar, ”Kalian benar. Meskipun sudah tidak karuan bentuknya, uang itu tetap berharga dan kalian tetap ingin memilikinya.

Nah, jika tadi ada pertanyaan, apakah semua bisa sukses? Jawabannya sama seperti nilai uang ini. Dalam proses menuju ke arah kesuksesan, kalian pasti akan mengalami berbagai ujian dan cobaan, mungkin mengalami jatuh, diinjak, dan dilecehkan.

Walaupun begitu, nilai diri kalian tidak akan berubah. Semua tergantung Kalian sendiri, bisa menjaga nilai yang ada dalam diri kalian atau tidak.
Jika kalian mampu menghargai diri sendiri dan menentukan nilai diri, dengan keyakinan, kerja keras dan semangat pantang menyerah, maka sukses pasti kalian dapatkan.


Renungan :

Sahabat....
Tak peduli berbagai ujian, cobaan, halangan, dan tantangan yang menghadang, jika kita punya satu nilai dalam keyakinan dalam diri, bahwa sukses adalah hak kita, maka jalan kesuksesan pasti akan selalu terbuka. Karena itu, seberat apapun perjuangan yang kita lakukan, seganas apapun padang gurun yang kita harus lewati, setinggi apapun gunung yang akan kita daki, seluas apapun samudra yang kita seberangi, tetaplah pelihara semangat ”Success is my right!” Tanamkan dalam diri, dan teruslah bekerja keras untuk mewujudkan semua mimpi. Harta tak ternilai itu ada dalam diri kita.

” Tidak Ada Gunung Yang Lebih Tinggi Dari Lutut Anda Selama Anda Mampu Mendaki Puncaknya. ”

Jangan pernah menyerah, maju terus pantang mundur. Ingatlah bahwa seorang pemenang tidak akan pernah menyerah, dan orang yang menyerah tidak akan pernah menang untuk selama-lamanya. Mohonlah kepada Allah, cukuplah Allah penolong bagi kita. Apapun hasilnya terima dengan ikhlas dan syukuri karena Allah adalah sebaik-baiknya pembuat keputusan.


" Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu "
( QS. Al Mu'min : 60 )

" Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. " ( QS. Al Baqarah : 186 )


Semoga Bermanfaat...!!

Sabtu, 12 Mei 2012

BELAJAR DARI BENIH

Suatu ketika, ada sebuah pohon yang rindang. Dibawahnya, tampak dua
orang yang sedang beristirahat. Rupanya, ada seorang pedagang bersama
anaknya yang berteduh disana.

Tampaknya mereka kelelahan sehabis
berdagang di kota. Dengan menggelar sehelai tikar, duduklah mereka
di bawah pohon yang besar itu.

Angin semilir membuat sang pedagang mengantuk. Namun, tidak demikian
dengan anaknya yang masih belia. "Ayah, aku ingin bertanya..." terdengar
suara yang mengusik ambang sadar si pedagang. "Kapan aku besar, Ayah?
Kapan aku bisa kuat seperti Ayah, dan bisa membawa dagangan kita ke kota?

"Sepertinya", lanjut sang bocah, "aku tak akan bisa besar. Tubuhku
ramping seperti Ibu, berbeda dengan Ayah yang tegap dan berbadan besar.
Kupikir, aku tak akan sanggup memikul dagangan kita jika aku tetap
seperti ini." Jari tangannya tampak mengores-gores sesuatu di atas tanah.
Lalu, ia kembali melanjutkan, "Bilakah aku bisa punya tubuh besar sepertimu, Ayah?

Sang Ayah yang awalnya mengantuk, kini tampak siaga. Diambilnya sebuah
benih, di atas tanah yang sebelumnya di kais-kais oleh anaknya.
Diangkatnya benih itu dengan ujung jari telunjuk. Benda itu terlihat
seperti kacang yang kecil, dengan ukuran yang tak sebanding dengan
tangan pedagang yang besar-besar. Kemudian, ia pun mulai berbicara.

"Nak, jangan pernah malu dengan tubuhmu yang kecil. Pandanglah pohon
besar tempat kita berteduh ini. Tahukah kamu, batangnya yang kokoh ini,
dulu berasal dari benih yang sekecil ini. Dahan, ranting dan daunnya,
juga berasal dari benih yang Ayah pegang ini. Akar-akarnya yang tampak
menonjol, juga dari benih ini. Dan kalau kamu menggali tanah ini,
ketahuilah, sulur-sulur akarnya yang menerobos tanah, juga berasal dari
tempat yang sama.

Diperhatikannya wajah sang anak yang tampak tertegun. "Ketahuilah Nak,
benih ini menyimpan segalanya. Benih ini menyimpan batang yang kokoh,
dahan yang rindang, daun yang lebar, juga akar-akar yang kuat. Dan untuk
menjadi sebesar pohon ini, ia hanya membutuhkan angin, air, dan cahaya
matahari yang cukup. Namun jangan lupakan waktu yang membuatnya terus
bertumbuh. Pada mereka semualah benih ini berterima kasih, karena telah
melatihnya menjadi mahluk yang sabar.

"Suatu saat nanti, kamu akan besar Nak. Jangan pernah takut untuk
berharap menjadi besar, karena bisa jadi, itu hanya butuh ketekunan dan
kesabaran."

Terlihat senyuman di wajah mereka. Lalu keduanya merebahkan diri,
meluruskan pandangan ke langit lepas, membayangkan berjuta harapan dan
impian dalam benak. Tak lama berselang, keduanya pun terlelap dalam
tidur, melepaskan lelah mereka setelah seharian bekerja.


Renungan :

Sahabat.....
Jangan pernah merasa malu dengan segala keterbatasan. Jangan merasa
sedih dengan ketidaksempurnaan. Karena Allah, menciptakan kita penuh
dengan keistimewaan. Dan karena Allah, memang menyiapkan kita menjadi
mahluk dengan berbagai kelebihan.

” Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” ( At Tiin : 4 )

Mungkin suatu ketika, kita pernah merasa kecil, tak mampu, tak berdaya
dengan segala persoalan hidup. Kita mungkin sering bertanya-tanya, kapan
kita menjadi besar, dan mampu menggapai semua impian, harapan dan
keinginan yang ada dalam dada. Kita juga bisa jadi sering membayangkan,
bilakah saatnya berhasil? Kapankah saat itu akan datang?

Sahabat, kita adalah layaknya benih kecil itu. Benih yang menyimpan semua
kekuatan dari batang yang kokoh, dahan yang kuat, serta daun-daun yang
lebar. Dalam benih itu pula akar-akar yang keras dan menghujam itu
berasal. Namun, akankah Allah membiarkan benih itu tumbuh besar, tanpa
alpa dengan bantuan tiupan angin, derasnya air hujan, dan teriknya sinar matahari?

Begitupun kita, akankah Allah membiarkan kita besar, berhasil, dan sukses, tanpa pernah merasakan ujian dan cobaan? Akankah Allah lupa mengingatkan kita dengan hembusan angin "masalah", derasnya air "ujian" serta teriknya matahari "persoalan"? Tidak Sahabat. Karena Allah Maha Tahu, bahwa setiap hamba-Nya akan menemukan jalan keberhasilan, maka Allah tak akan pernah lupa dengan itu semua.

“ Sesungguhnya Allah adalah sebaik-baiknya pembuat keputusan ”

So Jangan pernah berkecil hati. Semua keberhasilan dan kesuksesan telah ada dalam diri kita. Jadilah orang yang berani untuk bermimpi dan mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Kalian tidak akan bertemu dengan kesuksesan tanpa mengadakan perubahan dalam diri kalian.

“ Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib kita kecuali kita sendiri yang merubahnya ”

Semoga Bermanfaat....!

Selasa, 08 Mei 2012

MEJA KAYU


Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.

Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.
Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini.
"Kita harus lakukan sesuatu," ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini." Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan.

Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek. Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan.Ada air mata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.

Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa?". Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan."

Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya. Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, air matapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.

Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.


Dikutip Dari : ARIS AHMAD JAYA


Renungan :

Anak-anak adalah persepsi dari kita.
Mata mereka akan selalu mengamati
Telinga mereka akan selalu menyimak
Dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan.

Anak-anak adalah peniru....
Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan
Hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak.

Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap "bangunan jiwa" yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.

So Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak...
Untuk anak-anak kita....
Untuk masa depan kita...
Untuk semuanya....
Sebab, untuk mereka lah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.

 “ Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka kejahatan  itu bagi dirimu sendiri. ”  (QS. Al Israa' : 7 )

Didiklah anak dengan kasih sayang.
Didiklah dia agar dapat mengenal Allah dengan baik.
Didik dia berakhlaq seperti Rasulullah. Akhlaq Nur Karimah.
Didiklah dia mengenal agamanya sebaik mungkin
Didiklah dia agar menjadi orang yang Istiqomah.

“Jika wafat anak cucu Adam, maka terputuslah amalan-amalannya kecuali tiga: Sadaqah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang selalu mendoakannya.” ( HR.Muslim )

Semoga Bermanfaat...!

Minggu, 06 Mei 2012

PUTUSKAN DAN AKSI

Jangan habiskan waktu Anda dengan hidup dibawah bayang-bayang keraguan dan kebimbangan.

Jangan biarkan opini orang lain mengaburkan suara hati dan ketetapan Anda.
Milikilah keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi yang Anda miliki.

Waktu Anda sangat terbatas, putuskan segera hal terbaik yang harus Anda kerjakan untuk meningkatkan kesuksesan Anda.

Semakin lama Anda mengambil keputusan maka semakin lambat pula Anda memperoleh sebuah jawaban.

Semakin cepat Anda memutuskan maka semakin cepat terlahir sebuah tindakan, semakin cepat resiko dan konsekwewnsi bermunculan maka semakin cepat kesimpulan sukses ataupun gagal ditemukan.

Kesuksesan akan menjadi batu pijakan pada keputusan berikutnya dan kegagalan akan menjadi batu pelajaran kreatif pada inovasi selanjutnya. Tidak ada kata rugi bagi orang yang melakukan, apapun hasil yang diperoleh akan jauh lebih baik bila dibandingkan sekedar keinginan, kemauan, ide, gagasan dan inovasi tanpa gerak, dan tanpa aksi.

Setiap gerak yang Anda lakukan akan menghasilkan konsekwensi.
Setiap konsekwensi yang Anda terima akan mendewasakan Anda.
Seribu ide, seribu gagasan, seribu janji, seribu angan angan akan terkalahkan oleh satu AKSI NYATA.

" Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib Anda kecuali Anda sendiri yang merubahnya "

So…Bergeraklah….! Sekecil apapun Anda bergerak lebih baik dari pada diam. Karena DIAM berarti Anda mati…!

Semoga Bermanfaat ….!

Salam Sukses…!

Jumat, 04 Mei 2012

BERSYUKUR DAN BERSABAR


Suatu ketika, ada sebuah kapal yang tenggelam diterjang badai. Semuanya porak poranda. Tak ada awak yang tersisa, kecuali satu orang yang berhasil mendapatkan pelampung.

Namun, nasib baik belum berpihak pada pria ini. Dia terdampar pada sebuah pulau kecil tak berpenghuni, sendiri, dan tak punya bekal makanan.

Dia terus berdoa pada Tuhan untuk menyelamatkan jiwanya. Setiap saat, dipandangnya ke penjuru cakrawala, mengharap ada kapal yang datang merapat. Sayang, pulau ini terlalu terpencil. Hampir tak ada kapal yang mau melewatinya.

Lama kemudian, pria ini pun lelah untuk berharap. Lalu, untuk menghangatkan badan, ia membuat perapian, sambil mencari kayu dan pelepah nyiur untuk tempatnya beristirahat. Dibuatnya rumah-rumahan, sekedar tempat untuk melepas lelah. Disusunnya semua nyiur dengan cermat, agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan lama.

Keesokan harinya, pria malang ini mencari makanan. Dicarinya buah-buahan untuk penganjal perutnya yang lapar. Semua pelosok dijelajahi, hingga kemudian, ia kembali ke gubuknya. Namun, ia terkejut. Semuanya telah hangus terbakar, rata dengan tanah, hampir tak bersisa. Gubuk itu terbakar, karena perapian yang lupa dipadamkannya. Asap membubung tinggi, dan hilanglah semua kerja kerasnya semalam. Pria ini berteriak marah, "Ya Tuhan, mengapa Kau lakukan ini padaku. Mengapa?... Mengapa?". Teriaknya melengking menyesali nasib.

Tiba-tiba...terdengar peluit yang ditiup. Tuittt.....tuuitttt. Ternyata ada sebuah kapal yang datang. Kapal itu mendekati pantai, dan turunlah beberapa orang menghampiri pria yang sedang menangisi gubuknya ini. Pria ini kembali terkejut, ia lalu bertanya, "Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada di sini? Mereka menjawab, "Kami melihat simbol asapmu!!"


( Dikutip dari Mei Dina Cito'ank )


Renungan :

Sahabat....
Sangat mudah memang bagi kita, untuk marah saat musibah itu tiba. Nestapa yang kita terima, tampak akan begitu berat, saat terjadi dan berulang-ulang. Kita memang bisa memilih untuk marah, mengumpat, dan terus mengeluh., akan tetapi kita tak boleh kehilangan hati kita. Sebab, Tuhan selalu ada pada hati kita, walau dalam keadaan yang paling berat sekalipun.

sahabat.... saat ada "asap dan api" yang membubung dan terbakar dalam hatimu, jangan kecil hati. Jangan sesali semua itu. Jangan hilangkan perasaan sabar dalam kalbumu. Sebab, bisa jadi, itu semua adalah sebagai tanda dan simbol bagi orang lain untuk datang padamu, dan mau menolongmu. Sebab, untuk semua hal buruk yang kita pikirkan, akan selalu ada jawaban yang menyejukkan dari-Nya.

Sahabat...
Jangan pernah mengeluh pada keadaanmu....
Jangan hilangkan semua harapan dalam dirimu. Buang jauh-jauh prasangka buruk dalam hatimu.
Berbaik sangkalah pada sang Pencipta. Yakinlah bahwa Allah  Maha Tahu apa yang terbaik buat kita

 ” Sesungguhnya apabila kamu bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kamu, dan apabila kamu kufur maka sesungguhnya azab allah sangat pedih.”

Semoga Bermanfaat....!

Kamis, 03 Mei 2012

BERGERAKLAH DAN WUJUDKAN MIMPI ANDA


Dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh sebuah persahaan di jakarta, seorang motivator mengeluarkan simulasi dengan mengeluarkan uang Rp 100.000.

Ditengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, Beliau menawarkan uang itu.

“Silahkan, siapa yang mau boleh ambil,”.
Hampir semua audiens hanya diam terkesima.

Beliau mengulangi kalimat beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius.
“Ayo Silahkan, siapa yang mau boleh ambil,”.

Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak.

Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya.

Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Motivator tersebut dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua audiens tertegun.

Beliau mengulangi perkataannya, “Silahkan ambil, silahkan ambil.”
Sang pria menatap wajah motivator, dan motivator pun menatapnya dengan wajah lucu. Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu.

Sang pria pun merampas uang kertas itu dari tangannya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak.

Seseorang lalu berteriak, “Kembalikan, kembalikan!”

Sang motivator mengatakan, “ Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya.” Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000.

Sang motivator bertanya kepada hadirin, mengapa hampir semua diam, tak bergerak. Bukankah uang yang sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan?
Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan: “Saya pikir Bapak cuma main-main ………… ”
“Nanti uangnya toh diambil lagi.”
“Malu-maluin aja.”
“Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!”
“Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu …..”
“Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya. …”

“Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas…..”
“Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang……. ..”
“Saya, kan duduk jauh di belakang…” dan seterusnya.

( Dikutp dari Aris Ahmad Jaya )

Renungan :

“Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu dapat menyelesaikan sampai tuntas..

Peluang yang sama belum tentu disikapi sama oleh orang yang melihatnya, hanya dengan bergerak dan antusias menyambut perubahan dengan siap menerima konsekwensi terbaik dan terburukklah yang membuat kita berubah lebih cepat menuju kebaikan, kebahagiaan, kekayaan dan kejayaan atas izin Allah SWT.

Jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari. Hampir setiap saat kita dihadapkan pada suatu peluang ( kesempatan ) , akan tetapi terkadang peluang emas yang ada di depan kita dibiarkan pergi begitu saja. Ironis sekali, semua orang ingin agar hidupnya meraih kesuksesan, akan tetapi begitu ada peluang di depan mata yang akan mengantarkan kita menuju kesuksesan, yang seharusnya kita raih malah dilewatkan begitu saja. Dengan kata lain kita hanya punya impian akan tetapi tidak mau bergerak untuk mewujudkan mimpi tersebut. Secara otomatis impin kita akan kandas di tengah jalan.

Sahabat.....
Jadilah orang yang berani untuk bermimpi dan mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Percayalah, Kita tidak akan bertemu dengan kesuksesan tanpa mengadakan perubahan dalam diri Kita.


“ Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib kita kecuali kita sendiri yang merubahnya ”

Bagaimana dengan Anda....!

SALAM SUKSES…!

Rabu, 02 Mei 2012

MENUNTUT ILMU



INGKAR

Capailah olehmu kejayaan dunia

Tuntutlah olehmu akan ilmu dunia

Tetapi satu hal janganlah engkau lupa

Tuntutlah olehmu akan ilmu agama


Supaya dirimu menjadi bahagia

Di dalam dunia dan di alam baka


Biasa manusia mudah menjadi ingkar

Pabila dirinya sudah merasa pintar

Katanya agama itu dongeng belaka

Kepada Tuhannya dia tidak percaya


Tunggu saja nanti apabila kau mati

Sungguh adzab Tuhan sangat menggilakan


Ilmumu bagai setetes air di lautan

Kalau dibandingkan dengan kepandaian Tuhan

Coba kaubuka lebar-lebar matamu itu

Dan lihatlah betapa kebesaran Tuhanmu



“ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. ” ( QS. Al Alaq ayat 1-5 )


Ilmu telah menjadi simbol kemajuan dan kejayaan suatu bangsa. Hampir tak ada suatu bangsa dinilai maju kecuali di sana ada ketinggian ilmu.


Perintah mencari dan menguasai ilmu pengetahuan bagi umat islam diperintahkan melalui firman Alloh SWT dan beberapa hadits Nabi :


“ Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( QS. Mujadaalah : ll )


" Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. ( QS. At Taubah : 122 )


“ Menuntut ilmu diwajibkan kepada muslim laki-laki dan muslim perempuan ”


Kebanyakan dari kita berhenti setelah menyandang suatu gelar entah itu S1, S2 atau pun S3. Terkadang baru menjadi seorang ustadz sudah malas bahkan berhenti mencari ilmu. Padahal dalam menuntut ilmu tidak ada batasnya


“ Tuntutlah ilmu dari semenjak lahir sampai ke liang kubur ”


So di manapun kita berada dan dalam kondisi apapun, kita tetap istiqomah dalam menuntut ilmu


Ilmu adalah cahaya yang akan membawa kita keluar dari kegelapan


''Barangsiapa mencari ilmu maka allah akan menunjukkan baginya jalan ke syurga"