Senin, 03 Desember 2012

INVESTASI PALING MENGUNTUNGKAN


Menabung Cerdas Meraih Masa Depan

DAPATKAN SOLUSI UNTUK MEWUJUDKAN PRIORITAS HIDUP ANDA

DENGAN PROGRAM MENABUNG CERDAS SYARIAH

BERSAMA

logo smile prioritas

SMILE PRIORITAS

KEUNTUNGAN BERGABUNG SMILE PRIORITAS 

BERSAMA SMILESYARIAH.COM

benefit

BENEFIT PROGRAM SMILE PRIORITAS SYARIAH 


1. Proteksi 

Yaitu manfaat terhadap jiwa anda ( Kematian ) selama anda membayar polis, dan dapat anda dapatkan dengan dana senilai 5 tahun anda membayar polis walaupun jika sebelum 5 tahun anda mengalami kecelakaan s.d meninggal dunia sehingga tidak dapat melanjutkan membayar polis tersebut, dimana nantinya dana akan diberikan kepada Ahli waris yg ditunjuk.


2. Investasi 


Yaitu dana yang anda siapkan untuk masa hari tua, sehingga Insya Allah di hari tua nanti Anda mempunyai dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan anda, atau katakanlah program ini anda dipaksa menabung namun tanpa bunga s.d 5 tahun kedepan lalu anda akan mendapatkan dana yang lebih pada tahun ke-enam dan seterusnya, padahal anda sudah tidak membayar lagi. untuk simulasi investai yang anda akan dapatkan silahkan mengubungi saya.


3. Income


Yaitu potensi pendapatan lebih dari sekedar hanya berinvestasi 

website-revamp

GRATIS WEB REPLIKA UNTUK ANDA PROMOSI

Setiap Anda yang bergabung melalui website www.SmileSyariah.com akan mendapatkan Fasilitas Web Replika untuk berpromosi yang sangat membantu anda menjalankan bisnis ini, tanpa perlu repot membuat website. 
Contoh link Url replikanya
 

struktur1

DAPAT BANJIR SPILL OVER

Bergabung bersama smilesyariah.com, anda berpotensi mendapatkan spill over atau limpahan member dari upline anda, karena di Smile Prioritas kita hanya mengisi 3 kaki, sisanya berarti spill over, dan keuntungannya kita tetap mendapatkan komisi jaringan.
nabung

DAPAT SOLUSI NABUNG GRATIS!!!!

Dengan bergabung bersama kami, anda akan dapat solusi Nabung untuk masa depan anda dan keluarga anda tapi bisa GRATIS!!! MAU???

ssgf

RAIH PENDAPATAN UNLIMITED 

BERSAMA KAMI

pakistan-online-earn-300x173


Jumat, 28 September 2012

MERAIH BERKAH DENGAN BERSEDEKAH



SELAMAT DATANG DI 

PROGRAM MERAIH BERKAH
DENGAN BERSEDEKAH

MEMBANGUN KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA
Program Sedekah adalah suatu program dengan tujuan menjalin kebersamaan antar member secara gotong royong saling memberi secara suka rela dan menerima dengan bahagia

Tujuan pokok daripada program ini adalah dalam rangka meningkatkan ekonomi/taraf hidup masyarakat Indonesia supaya menghasilkan pasif income tanpa batas secara financial dengan memanfaatkan kemajuan teknologi Informasi internet bersama Program-sedekah.com,
Konsep dasar dari program ini adalah bagaimana caranya supaya setiap orang, baik yang kuat secara finansial maupun yang lemah kemampuan finansialnya bisa memperoleh fasilitas pendanaan tak terbatas, tanpa syarat, tanpa bunga, dan tanpa perlu mengembalikan, namun dengan investasi yang sangat minim
Dengan harapan, Program ini bisa/mampu memberdayakan masyarakat ekonomi lemah dan sektor industri menengah ke bawah agar terbebas dari masalah permodalan yang selama ini menjadi kendala mereka.
Dalam program ini tidak ada kegiatan jual beli barang dan tidak ada tatap muka dengan maksud agar semua pihak baik peserta/member maupun pengelola program ini bebas beraktifitas dan menjalankan pekerjaanya masing-masing seperti biasanya
Program ini bukanlah program cepat kaya mendadak tanpa anda kerja,bukanlah Hyip/money game/MLM ataupun arisan berantai tetapi murni sumbangan/sedekah secara suka rela dengan ikhlas yang syah dan halal yang tidak mengikat yang berasal dari peserta untuk peserta dengan tujuan bahu membahu/sumbang menyumbang antar member sendiri serta terprogram dengan harapan mencapai kesejahteraan hidup yang lebih baik .
Dalam program ini dapat di ikuti oleh siapa saja sehingga dana investasisedekah anda lebih aman dan tidak bisa di manipulasi oleh pihak siapapun baik member itu sendiri maupun pengelola program ini karena dana langsung di transfer ke rekening masing-masing member itu sendiri tanpa campur tangan Admin/pengelola program ini
Program ini ditujukan bagi siapa saja yang saat ini membutuhkan bantuan dana untuk keperluan yang positif seperti :
  • Investasi membuka/mengembangkan usaha
  • Melunasi hutang
  • Biaya sekolah/kuliah (Beasiswa)
  • Kegiatan sosial/kemasyarakatan,
  • Biaya untuk membangun / renovasi rumah tinggal / tempat usaha
  • Semua orang yang menginginkan penghasilan tanpa batas dan sebagainya
Mohon maaf...Jika Anda mempunyai pikiran negatif tentang program kami,maka segera tinggalkan website ini sekarang juga. karena kami hanya butuh orang yang benar-benar siap merubah kondisi finansialnya!!
Kami ucapkan Selamat ,,,,,,,,,,,,,,,
Karena Anda berada di situs yang menyediakan " PROGRAM-SEDEKAH" di mana akan bekerja sepenuhnya untuk anda selama 24 jam melalui media internet, online selama 24 jam yang siap diakses sampai berbagai penjuru tanah air bahkan mendunia dan hanya membutuhkan modal relatif ringan yang dibayar sekali untuk selamanya dan menghasilkan pasif income tanpa batas

Program Sedekah Terbukti
Memberikan Manfaat
Dan Kesejahteraan Bersama
Salam Sukses
Jens Imut

Jumat, 01 Juni 2012

MENYANTUNI ANAK YATIM


” Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”  ( Al Maa´uun : 1-3 )


Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam  bersabda :
“Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di Surga seperti
ini", Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah
seraya sedikit merenggangkannya.  ( HR. Bukhori ).

Insya Allah kami yang tergabung dalam Keluarga Besar Teritorial ( KBT )  bekerja sama dengan SMA NEGERI 1 DRAMAGA ( SMANIDA ) akan menyelenggarakan SANTUNAN ANAK YATIM pada tanggal 22 Juli 2012 ( 02 Ramadhan 1433 H )  bertempat di Aula Kecamatan Dramaga.
Santunan akan diberikan kepada 100 Anak Yatim  berupa UANG SAKU dan PAKET SEMBAKO.
Bila ada sahabat yang ingin partisipasi bisa transfer ke :
BRI KCP KAMPUS IPB atas nama
AHMAD JAENUDIN GOJALI
No Rekening :  0595-01-015483-50-5
Bagi sahabat yang sudah berpartisipasi agar konfirmasi / SMS kepada   JENS IMUT (AHMAD JAENUDIN GOJALI ) No HP. 0857 1001 4546
” Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia akan bertambah…..bertambah….dan bertambah ” ( HR. At Tirmidzi )

Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dirugikan. ( QS. Al An'aam : 160 )


“ Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” ( QS. Al Baqarah : 261 )


Selagi kita punya kesempatan,
Selagi kita punya kemampuan
Selagi kita masih diberi rizki yang lebih oleh Allah.....
Mari kita berbagi...Mari kita santuni Anak yatim di sekeliling kita agar mereka bisa melewati hari-hari penuh senyum kegembiraan

” Sesungguhnya apabila kamu bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kepadamu, dan apabila kamu kufur maka sesungguhnya azab Allah sangat pedih.”

Mohon untuk share kepada sahabat semua agar lebih banyak yang membantu.
Atas segala  perhatian serta kerjasamanya, kami menghaturkan banyak terima kasih teriring do’a jazakumulloh khoeron katsiron.

Selasa, 29 Mei 2012

MERAIH SUKSES

Di sebuah sekolah, seorang guru mendapat pertanyaan dari salah seorang muridnya yang paling kritis. “Guru, apakah kami semua nanti bisa sukses?” Sang guru tersenyum mendengar pertanyaan itu.

Tak lama, ia mengeluarkan uang senilai seratus ribu dari kantongnya. “Hayoo, siapa
yang mau uang ini?” Semua anak berebutan mengacungkan tangannya. Uang senilai itu bagi mereka sangat besar.

Tiba-tiba, sang guru melipatlipat dan meremas uang itu hingga kucel dan tidak karuan bentuknya. Ia pun berujar lagi, ”Hayoo, siapa yang mau uang ini?” Walaupun merasa
heran dengan kelakuan gurunya, murid-murid tidak peduli, mereka kembali mengacungkan jarinya, sambil berteriak ”Saya..saya..saya..” Semua serempak mengajukan diri untuk mendapatkan uang itu.

Melihat antusiasme muridnya, sang guru kemudian menjatuhkan uang tersebut ke lantai dan menginjak-injak uang itu hingga kecil, tidak karuan dan kotor. Mendapati gurunya melakukan hal itu pada uang tersebut, sebagian murid melongo. Mereka tak tahu apa maksudnya sang guru menginjak-injak uang yang nilainya sangat besar bagi mereka itu. Guru pun kembali bertanya, ”Hayoo, siapa yang masih menginginkan uang ini?”
Ternyata, meski uang itu menjadi jelek, kumal dan bahkan bercampur sedikit lumpur yang berasal dari injakan sepatu guru, masih banyak murid yang antusias mendapatkan uang tersebut. ”Aku guru..aku..”

”Kalian tetap saja mau dengan uang ini? Kalian tidak melihat betapa uang ini sangat kucel, jelek, kumal dan bau?” ”Jelek itu kan hanya bentuknya saja guru. Tetapi saja uang itu nilainya seratus ribu,” jawab murid-murid yang tetap antusias meminta gurunya
memberikan uang itu.

Sang guru pun kemudian berujar, ”Kalian benar. Meskipun sudah tidak karuan bentuknya, uang itu tetap berharga dan kalian tetap ingin memilikinya.

Nah, jika tadi ada pertanyaan, apakah semua bisa sukses? Jawabannya sama seperti nilai uang ini. Dalam proses menuju ke arah kesuksesan, kalian pasti akan mengalami berbagai ujian dan cobaan, mungkin mengalami jatuh, diinjak, dan dilecehkan.

Walaupun begitu, nilai diri kalian tidak akan berubah. Semua tergantung Kalian sendiri, bisa menjaga nilai yang ada dalam diri kalian atau tidak.
Jika kalian mampu menghargai diri sendiri dan menentukan nilai diri, dengan keyakinan, kerja keras dan semangat pantang menyerah, maka sukses pasti kalian dapatkan.


Renungan :

Sahabat....
Tak peduli berbagai ujian, cobaan, halangan, dan tantangan yang menghadang, jika kita punya satu nilai dalam keyakinan dalam diri, bahwa sukses adalah hak kita, maka jalan kesuksesan pasti akan selalu terbuka. Karena itu, seberat apapun perjuangan yang kita lakukan, seganas apapun padang gurun yang kita harus lewati, setinggi apapun gunung yang akan kita daki, seluas apapun samudra yang kita seberangi, tetaplah pelihara semangat ”Success is my right!” Tanamkan dalam diri, dan teruslah bekerja keras untuk mewujudkan semua mimpi. Harta tak ternilai itu ada dalam diri kita.

” Tidak Ada Gunung Yang Lebih Tinggi Dari Lutut Anda Selama Anda Mampu Mendaki Puncaknya. ”

Jangan pernah menyerah, maju terus pantang mundur. Ingatlah bahwa seorang pemenang tidak akan pernah menyerah, dan orang yang menyerah tidak akan pernah menang untuk selama-lamanya. Mohonlah kepada Allah, cukuplah Allah penolong bagi kita. Apapun hasilnya terima dengan ikhlas dan syukuri karena Allah adalah sebaik-baiknya pembuat keputusan.


" Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu "
( QS. Al Mu'min : 60 )

" Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. " ( QS. Al Baqarah : 186 )


Semoga Bermanfaat...!!

Sabtu, 12 Mei 2012

BELAJAR DARI BENIH

Suatu ketika, ada sebuah pohon yang rindang. Dibawahnya, tampak dua
orang yang sedang beristirahat. Rupanya, ada seorang pedagang bersama
anaknya yang berteduh disana.

Tampaknya mereka kelelahan sehabis
berdagang di kota. Dengan menggelar sehelai tikar, duduklah mereka
di bawah pohon yang besar itu.

Angin semilir membuat sang pedagang mengantuk. Namun, tidak demikian
dengan anaknya yang masih belia. "Ayah, aku ingin bertanya..." terdengar
suara yang mengusik ambang sadar si pedagang. "Kapan aku besar, Ayah?
Kapan aku bisa kuat seperti Ayah, dan bisa membawa dagangan kita ke kota?

"Sepertinya", lanjut sang bocah, "aku tak akan bisa besar. Tubuhku
ramping seperti Ibu, berbeda dengan Ayah yang tegap dan berbadan besar.
Kupikir, aku tak akan sanggup memikul dagangan kita jika aku tetap
seperti ini." Jari tangannya tampak mengores-gores sesuatu di atas tanah.
Lalu, ia kembali melanjutkan, "Bilakah aku bisa punya tubuh besar sepertimu, Ayah?

Sang Ayah yang awalnya mengantuk, kini tampak siaga. Diambilnya sebuah
benih, di atas tanah yang sebelumnya di kais-kais oleh anaknya.
Diangkatnya benih itu dengan ujung jari telunjuk. Benda itu terlihat
seperti kacang yang kecil, dengan ukuran yang tak sebanding dengan
tangan pedagang yang besar-besar. Kemudian, ia pun mulai berbicara.

"Nak, jangan pernah malu dengan tubuhmu yang kecil. Pandanglah pohon
besar tempat kita berteduh ini. Tahukah kamu, batangnya yang kokoh ini,
dulu berasal dari benih yang sekecil ini. Dahan, ranting dan daunnya,
juga berasal dari benih yang Ayah pegang ini. Akar-akarnya yang tampak
menonjol, juga dari benih ini. Dan kalau kamu menggali tanah ini,
ketahuilah, sulur-sulur akarnya yang menerobos tanah, juga berasal dari
tempat yang sama.

Diperhatikannya wajah sang anak yang tampak tertegun. "Ketahuilah Nak,
benih ini menyimpan segalanya. Benih ini menyimpan batang yang kokoh,
dahan yang rindang, daun yang lebar, juga akar-akar yang kuat. Dan untuk
menjadi sebesar pohon ini, ia hanya membutuhkan angin, air, dan cahaya
matahari yang cukup. Namun jangan lupakan waktu yang membuatnya terus
bertumbuh. Pada mereka semualah benih ini berterima kasih, karena telah
melatihnya menjadi mahluk yang sabar.

"Suatu saat nanti, kamu akan besar Nak. Jangan pernah takut untuk
berharap menjadi besar, karena bisa jadi, itu hanya butuh ketekunan dan
kesabaran."

Terlihat senyuman di wajah mereka. Lalu keduanya merebahkan diri,
meluruskan pandangan ke langit lepas, membayangkan berjuta harapan dan
impian dalam benak. Tak lama berselang, keduanya pun terlelap dalam
tidur, melepaskan lelah mereka setelah seharian bekerja.


Renungan :

Sahabat.....
Jangan pernah merasa malu dengan segala keterbatasan. Jangan merasa
sedih dengan ketidaksempurnaan. Karena Allah, menciptakan kita penuh
dengan keistimewaan. Dan karena Allah, memang menyiapkan kita menjadi
mahluk dengan berbagai kelebihan.

” Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” ( At Tiin : 4 )

Mungkin suatu ketika, kita pernah merasa kecil, tak mampu, tak berdaya
dengan segala persoalan hidup. Kita mungkin sering bertanya-tanya, kapan
kita menjadi besar, dan mampu menggapai semua impian, harapan dan
keinginan yang ada dalam dada. Kita juga bisa jadi sering membayangkan,
bilakah saatnya berhasil? Kapankah saat itu akan datang?

Sahabat, kita adalah layaknya benih kecil itu. Benih yang menyimpan semua
kekuatan dari batang yang kokoh, dahan yang kuat, serta daun-daun yang
lebar. Dalam benih itu pula akar-akar yang keras dan menghujam itu
berasal. Namun, akankah Allah membiarkan benih itu tumbuh besar, tanpa
alpa dengan bantuan tiupan angin, derasnya air hujan, dan teriknya sinar matahari?

Begitupun kita, akankah Allah membiarkan kita besar, berhasil, dan sukses, tanpa pernah merasakan ujian dan cobaan? Akankah Allah lupa mengingatkan kita dengan hembusan angin "masalah", derasnya air "ujian" serta teriknya matahari "persoalan"? Tidak Sahabat. Karena Allah Maha Tahu, bahwa setiap hamba-Nya akan menemukan jalan keberhasilan, maka Allah tak akan pernah lupa dengan itu semua.

“ Sesungguhnya Allah adalah sebaik-baiknya pembuat keputusan ”

So Jangan pernah berkecil hati. Semua keberhasilan dan kesuksesan telah ada dalam diri kita. Jadilah orang yang berani untuk bermimpi dan mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Kalian tidak akan bertemu dengan kesuksesan tanpa mengadakan perubahan dalam diri kalian.

“ Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib kita kecuali kita sendiri yang merubahnya ”

Semoga Bermanfaat....!

Selasa, 08 Mei 2012

MEJA KAYU


Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.

Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.
Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini.
"Kita harus lakukan sesuatu," ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini." Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan.

Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek. Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan.Ada air mata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.

Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa?". Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan."

Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya. Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, air matapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.

Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.


Dikutip Dari : ARIS AHMAD JAYA


Renungan :

Anak-anak adalah persepsi dari kita.
Mata mereka akan selalu mengamati
Telinga mereka akan selalu menyimak
Dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan.

Anak-anak adalah peniru....
Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan
Hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak.

Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap "bangunan jiwa" yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.

So Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak...
Untuk anak-anak kita....
Untuk masa depan kita...
Untuk semuanya....
Sebab, untuk mereka lah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.

 “ Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka kejahatan  itu bagi dirimu sendiri. ”  (QS. Al Israa' : 7 )

Didiklah anak dengan kasih sayang.
Didiklah dia agar dapat mengenal Allah dengan baik.
Didik dia berakhlaq seperti Rasulullah. Akhlaq Nur Karimah.
Didiklah dia mengenal agamanya sebaik mungkin
Didiklah dia agar menjadi orang yang Istiqomah.

“Jika wafat anak cucu Adam, maka terputuslah amalan-amalannya kecuali tiga: Sadaqah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang selalu mendoakannya.” ( HR.Muslim )

Semoga Bermanfaat...!

Minggu, 06 Mei 2012

PUTUSKAN DAN AKSI

Jangan habiskan waktu Anda dengan hidup dibawah bayang-bayang keraguan dan kebimbangan.

Jangan biarkan opini orang lain mengaburkan suara hati dan ketetapan Anda.
Milikilah keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi yang Anda miliki.

Waktu Anda sangat terbatas, putuskan segera hal terbaik yang harus Anda kerjakan untuk meningkatkan kesuksesan Anda.

Semakin lama Anda mengambil keputusan maka semakin lambat pula Anda memperoleh sebuah jawaban.

Semakin cepat Anda memutuskan maka semakin cepat terlahir sebuah tindakan, semakin cepat resiko dan konsekwewnsi bermunculan maka semakin cepat kesimpulan sukses ataupun gagal ditemukan.

Kesuksesan akan menjadi batu pijakan pada keputusan berikutnya dan kegagalan akan menjadi batu pelajaran kreatif pada inovasi selanjutnya. Tidak ada kata rugi bagi orang yang melakukan, apapun hasil yang diperoleh akan jauh lebih baik bila dibandingkan sekedar keinginan, kemauan, ide, gagasan dan inovasi tanpa gerak, dan tanpa aksi.

Setiap gerak yang Anda lakukan akan menghasilkan konsekwensi.
Setiap konsekwensi yang Anda terima akan mendewasakan Anda.
Seribu ide, seribu gagasan, seribu janji, seribu angan angan akan terkalahkan oleh satu AKSI NYATA.

" Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib Anda kecuali Anda sendiri yang merubahnya "

So…Bergeraklah….! Sekecil apapun Anda bergerak lebih baik dari pada diam. Karena DIAM berarti Anda mati…!

Semoga Bermanfaat ….!

Salam Sukses…!

Jumat, 04 Mei 2012

BERSYUKUR DAN BERSABAR


Suatu ketika, ada sebuah kapal yang tenggelam diterjang badai. Semuanya porak poranda. Tak ada awak yang tersisa, kecuali satu orang yang berhasil mendapatkan pelampung.

Namun, nasib baik belum berpihak pada pria ini. Dia terdampar pada sebuah pulau kecil tak berpenghuni, sendiri, dan tak punya bekal makanan.

Dia terus berdoa pada Tuhan untuk menyelamatkan jiwanya. Setiap saat, dipandangnya ke penjuru cakrawala, mengharap ada kapal yang datang merapat. Sayang, pulau ini terlalu terpencil. Hampir tak ada kapal yang mau melewatinya.

Lama kemudian, pria ini pun lelah untuk berharap. Lalu, untuk menghangatkan badan, ia membuat perapian, sambil mencari kayu dan pelepah nyiur untuk tempatnya beristirahat. Dibuatnya rumah-rumahan, sekedar tempat untuk melepas lelah. Disusunnya semua nyiur dengan cermat, agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan lama.

Keesokan harinya, pria malang ini mencari makanan. Dicarinya buah-buahan untuk penganjal perutnya yang lapar. Semua pelosok dijelajahi, hingga kemudian, ia kembali ke gubuknya. Namun, ia terkejut. Semuanya telah hangus terbakar, rata dengan tanah, hampir tak bersisa. Gubuk itu terbakar, karena perapian yang lupa dipadamkannya. Asap membubung tinggi, dan hilanglah semua kerja kerasnya semalam. Pria ini berteriak marah, "Ya Tuhan, mengapa Kau lakukan ini padaku. Mengapa?... Mengapa?". Teriaknya melengking menyesali nasib.

Tiba-tiba...terdengar peluit yang ditiup. Tuittt.....tuuitttt. Ternyata ada sebuah kapal yang datang. Kapal itu mendekati pantai, dan turunlah beberapa orang menghampiri pria yang sedang menangisi gubuknya ini. Pria ini kembali terkejut, ia lalu bertanya, "Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada di sini? Mereka menjawab, "Kami melihat simbol asapmu!!"


( Dikutip dari Mei Dina Cito'ank )


Renungan :

Sahabat....
Sangat mudah memang bagi kita, untuk marah saat musibah itu tiba. Nestapa yang kita terima, tampak akan begitu berat, saat terjadi dan berulang-ulang. Kita memang bisa memilih untuk marah, mengumpat, dan terus mengeluh., akan tetapi kita tak boleh kehilangan hati kita. Sebab, Tuhan selalu ada pada hati kita, walau dalam keadaan yang paling berat sekalipun.

sahabat.... saat ada "asap dan api" yang membubung dan terbakar dalam hatimu, jangan kecil hati. Jangan sesali semua itu. Jangan hilangkan perasaan sabar dalam kalbumu. Sebab, bisa jadi, itu semua adalah sebagai tanda dan simbol bagi orang lain untuk datang padamu, dan mau menolongmu. Sebab, untuk semua hal buruk yang kita pikirkan, akan selalu ada jawaban yang menyejukkan dari-Nya.

Sahabat...
Jangan pernah mengeluh pada keadaanmu....
Jangan hilangkan semua harapan dalam dirimu. Buang jauh-jauh prasangka buruk dalam hatimu.
Berbaik sangkalah pada sang Pencipta. Yakinlah bahwa Allah  Maha Tahu apa yang terbaik buat kita

 ” Sesungguhnya apabila kamu bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kamu, dan apabila kamu kufur maka sesungguhnya azab allah sangat pedih.”

Semoga Bermanfaat....!

Kamis, 03 Mei 2012

BERGERAKLAH DAN WUJUDKAN MIMPI ANDA


Dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh sebuah persahaan di jakarta, seorang motivator mengeluarkan simulasi dengan mengeluarkan uang Rp 100.000.

Ditengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, Beliau menawarkan uang itu.

“Silahkan, siapa yang mau boleh ambil,”.
Hampir semua audiens hanya diam terkesima.

Beliau mengulangi kalimat beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius.
“Ayo Silahkan, siapa yang mau boleh ambil,”.

Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak.

Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya.

Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Motivator tersebut dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua audiens tertegun.

Beliau mengulangi perkataannya, “Silahkan ambil, silahkan ambil.”
Sang pria menatap wajah motivator, dan motivator pun menatapnya dengan wajah lucu. Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu.

Sang pria pun merampas uang kertas itu dari tangannya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak.

Seseorang lalu berteriak, “Kembalikan, kembalikan!”

Sang motivator mengatakan, “ Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya.” Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000.

Sang motivator bertanya kepada hadirin, mengapa hampir semua diam, tak bergerak. Bukankah uang yang sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan?
Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan: “Saya pikir Bapak cuma main-main ………… ”
“Nanti uangnya toh diambil lagi.”
“Malu-maluin aja.”
“Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!”
“Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu …..”
“Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya. …”

“Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas…..”
“Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang……. ..”
“Saya, kan duduk jauh di belakang…” dan seterusnya.

( Dikutp dari Aris Ahmad Jaya )

Renungan :

“Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu dapat menyelesaikan sampai tuntas..

Peluang yang sama belum tentu disikapi sama oleh orang yang melihatnya, hanya dengan bergerak dan antusias menyambut perubahan dengan siap menerima konsekwensi terbaik dan terburukklah yang membuat kita berubah lebih cepat menuju kebaikan, kebahagiaan, kekayaan dan kejayaan atas izin Allah SWT.

Jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari. Hampir setiap saat kita dihadapkan pada suatu peluang ( kesempatan ) , akan tetapi terkadang peluang emas yang ada di depan kita dibiarkan pergi begitu saja. Ironis sekali, semua orang ingin agar hidupnya meraih kesuksesan, akan tetapi begitu ada peluang di depan mata yang akan mengantarkan kita menuju kesuksesan, yang seharusnya kita raih malah dilewatkan begitu saja. Dengan kata lain kita hanya punya impian akan tetapi tidak mau bergerak untuk mewujudkan mimpi tersebut. Secara otomatis impin kita akan kandas di tengah jalan.

Sahabat.....
Jadilah orang yang berani untuk bermimpi dan mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Percayalah, Kita tidak akan bertemu dengan kesuksesan tanpa mengadakan perubahan dalam diri Kita.


“ Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib kita kecuali kita sendiri yang merubahnya ”

Bagaimana dengan Anda....!

SALAM SUKSES…!

Rabu, 02 Mei 2012

MENUNTUT ILMU



INGKAR

Capailah olehmu kejayaan dunia

Tuntutlah olehmu akan ilmu dunia

Tetapi satu hal janganlah engkau lupa

Tuntutlah olehmu akan ilmu agama


Supaya dirimu menjadi bahagia

Di dalam dunia dan di alam baka


Biasa manusia mudah menjadi ingkar

Pabila dirinya sudah merasa pintar

Katanya agama itu dongeng belaka

Kepada Tuhannya dia tidak percaya


Tunggu saja nanti apabila kau mati

Sungguh adzab Tuhan sangat menggilakan


Ilmumu bagai setetes air di lautan

Kalau dibandingkan dengan kepandaian Tuhan

Coba kaubuka lebar-lebar matamu itu

Dan lihatlah betapa kebesaran Tuhanmu



“ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. ” ( QS. Al Alaq ayat 1-5 )


Ilmu telah menjadi simbol kemajuan dan kejayaan suatu bangsa. Hampir tak ada suatu bangsa dinilai maju kecuali di sana ada ketinggian ilmu.


Perintah mencari dan menguasai ilmu pengetahuan bagi umat islam diperintahkan melalui firman Alloh SWT dan beberapa hadits Nabi :


“ Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( QS. Mujadaalah : ll )


" Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. ( QS. At Taubah : 122 )


“ Menuntut ilmu diwajibkan kepada muslim laki-laki dan muslim perempuan ”


Kebanyakan dari kita berhenti setelah menyandang suatu gelar entah itu S1, S2 atau pun S3. Terkadang baru menjadi seorang ustadz sudah malas bahkan berhenti mencari ilmu. Padahal dalam menuntut ilmu tidak ada batasnya


“ Tuntutlah ilmu dari semenjak lahir sampai ke liang kubur ”


So di manapun kita berada dan dalam kondisi apapun, kita tetap istiqomah dalam menuntut ilmu


Ilmu adalah cahaya yang akan membawa kita keluar dari kegelapan


''Barangsiapa mencari ilmu maka allah akan menunjukkan baginya jalan ke syurga"

Minggu, 29 April 2012

JANGAN SOMBONG


Jangan biarkan kesuksesan yang Anda raih menuntun Anda ke dalam kesombongan.

Jangan biarkan keberhasilan Anda menjadikan orang lain lebih rendah dari pada Anda.

Jangan biarkan kesuksesan Anda membuat Anda lalai dan melupakan Sang Pencipta

Hidup ini ibarat sebuah Roda Yang Berputar
Suatu saat kita berada di atas
Suatu saat juga kita berada di bawah

Jangan bangga dengan segala pujian dan jangan pernah lemah dengan cacian.
Pujian seringkali membuat kita terlena dan melupakan segalanya.
Akan tetapi cacian yang kita terima seringkali memotivasi kita melangkah ke arah yang lebih baik menuju kesuksesan

Pujian lebih berbahaya dibanding cacian , karena pujian akan menimbulkan kemunafikan

Seorang pejuang sejati tidak pernah mengenal kata akhir dalam perjuangannya. Ia tidak memerlukan gemuruh tepuk tangan, tidak akan lemah karena cacian dan tidak akan bangga dengan penghargaan. Seorang pemenang tidak akan pernah menyerah dan orang yang menyerah tidak akan pernah menang

Jumat, 27 April 2012

CERMIN SEORANG ANAK


Suatu ketika di sebuah sekolah, diadakan pementasan drama. Pentas drama yang meriah, dengan pemain yang semuanya siswa-siswi di sana.Setiap anak mendapat peran, dan memakai kostum sesuai dengan tokoh yang mereka perankan. Semuanya tampak serius, sebab Pak Guru akan memberikan hadiah kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas.

Di depan panggung, semua orangtua murid ikut hadir dan menyemarakkan acara itu.  Lakon drama berjalan dengan sempurna. Semua anak tampil dengan maksimal. Ada yang berperan sebagai petani, lengkap dengan cangkul dan topinya, ada juga yang menjadi nelayan, dengan jala yang disampirkan di bahu.
Di sudut sana, tampak pula seorang anak dengan raut muka ketus, sebab dia kebagian peran pak tua yang pemarah,sementara di sudut lain, terlihat anak dengan wajah sedih, layaknya pemurung yang selalu menangis. 

Tepuk tangan dari para orangtua dan guru kerap terdengar, di sisi kiri dan kanan panggung.
Tibalah kini akhir dari pementasan drama. Dan itu berarti, sudah saatnya Pak Guru mengumumkan siapa yang berhak mendapat hadiah. Setiap anak tampak berdebar dalam hati, berharap mereka terpilih menjadi pemain drama yang terbaik. Dalam komat-kamit mereka berdoa,supaya Pak Guru akan menyebutkan nama mereka, dan mengundang ke atas panggung untuk menerima  hadiah. Para orangtua pun ikut berdoa, membayangkan anak mereka menjadi yang terbaik. 

Pak Guru telah menaiki panggung, dan tak lama kemudian ia menyebutkan sebuah nama. Ahha... ternyata, anak yang menjadi pak tua pemarah-lah yang menjadi juara.
Dengan wajah berbinar, sang anak bersorak gembira. "Aku menang...", begitu ucapnya. Ia pun bergegas menuju panggung, diiringi kedua orangtuanya yang tampak bangga. Tepuk tangan terdengar lagi. Sang orangtua menatap sekeliling, menatap ke seluruh hadirin. Mereka bangga.

Pak Guru menyambut mereka. Sebelum menyerahkan hadiah, ia sedikit bertanya kepada sang "jagoan,
"Nak, kamu memang hebat. Kamu pantas mendapatkannya. Peranmu sebagai seorang yang pemarah terlihat bagus sekali. Apa rahasianya ya, sehingga kamu bisa tampil sebaik ini? Kamu pasti rajin mengikuti latihan, tak heran jika kamu terpilih menjadi yang terbaik.." tanya Pak Guru. 

"Coba kamu ceritakan kepada kami semua, apa yang bisa membuat kamu seperti ini..." Sang anak menjawab, "Terima kasih atas hadiahnya Pak. Dan sebenarnya saya harus berterima kasih kepada Ayah saya di rumah. Karena, dari Ayah lah saya belajar berteriak dan menjadi pemarah. Kepada Ayah-lah saya meniru perilaku ini. Ayah sering berteriak kepada saya, maka, bukan hal yang sulit untuk menjadi pemarah seperti Ayah."
Tampak sang Ayah yang mulai tercenung. Sang anak mulai melanjutkan, "...Ayah membesarkan saya dengan cara seperti ini, jadi peran ini, adalah peran yang mudah buat saya..."

Senyap. Usai bibir anak itu terkatup, keadaan tambah senyap. Begitupun kedua orangtua sang anak di atas panggung, mereka tampak tertunduk. Jika sebelumnnya mereka merasa bangga, kini keadaannya berubah. Seakan, mereka berdiri sebagai terdakwa, di muka pengadilan. Mereka belajar sesuatu hari itu. Ada yang perlu diluruskan dalam perilaku mereka.

( Dikutip dari : Aris Ahmad Jaya )

Renungan :

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan yang fitrah (Islam), maka orang tuanya yang menyebabkan dia menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. Al-Bukhari)

Setiap anak yang terlahir dalam keadaan suci. Laksana kertas putih yang belum ternoda. Tinggal tergantung kepada orangtuanya, mau dijadikan apa mereka.
Anak adalah buah hati bagi kedua orang tuanya yang sangat disayangi dan dicintainya. 

Secara tidak langsung seorang anak akan meniru setiap ucapan dan tingkah laku dari kedua orang tua baik yang sifatnya terpuji maupun tercela.

Sebuah peribahasa mengatakan ” Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya ” atau peribahasa yang lain mengatakan ” Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga ”
Sifat seorang anak tidak jauh dari sifat orang tuanya, so ketika anak berperilaku kurang baik, sebagai orangtua jangan memvonis anak. Seharusnya introfeksi pada diri sendiri. Ada yang harus diluruskan oleh orang tua.

Buat para orang tua :
Didiklah anak dengan kasih sayang.
Didiklah dia agar dapat mengenal Allah dengan baik.
Didik dia berakhlaq seperti Rasulullah. Akhlaq Nur Karimah.
Didiklah dia mengenal agamanya sebaik mungkin
Didiklah dia agar menjadi orang yang Istiqomah.

“Jika wafat anak cucu Adam, maka terputuslah amalan-amalannya kecuali tiga: Sadaqah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang selalu mendoakannya.” ( HR.Muslim )

Semoga Bermanfaat...!